Mari bertemu Royal Crown Ambassadors Kami
Sementara beberapa distributor
memutuskan untuk menjual produk K-Link hanya untuk memiliki sedikit uang
tambahan, sedangkan yang lainnya, seperti Royal Crown Ambassador kami,
telah membangun perusahaan raksasa yang membentang diseluruh Indonesia
dan beberapa negara lainnya.
Royal Crown Ambassador ini serta ratusan
lainnya seperti mereka telah mengambil keuntungan dari pendapatan
fantastis yang diberikan oleh K-Link
Calvin
Tekad mengubah kehidupan membawa
lajang kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini merantau ke
Yogyakarta. Saat kuliah di semester tujuh Calvin mulai mengenal MLM.
Enam tahun tidak mengubah kehidupan finansialnya. Sisi positifnya
pembawaan Calvin menjadi lebih terbuka, dari yang sebelumnya introvert.
Calvin memutar haluan, kembali
menggeluti bisnis konvensional, hasilnya lumayan. Dampak negatifnya
bisnis itu membuatnya stres. “Banyak yang mesti diperhitungkan dan
dipikirkan, mulai dari ongkos produksi, bahan baku, gaji karyawan dan
banyak lagi yang lain yang membuat kita tidak berhenti untuk memutar
otak untuk mencari solusinya,” tutur Calvin.
Calvin bergabung dengan K-LINK pada
2002. “Awalnya saya tertarik dengan bisnis K-LINK karena produknya yang
luar biasa, karena itu saya berani datang ke Jakarta dan menjual mobil
untuk modal mendirikan mobile stockist,” kisahnya.
Akibat tidak mengikuti sistem,
bisnisnya tidak berkembang. Berangkat dari kesadaran itulah
perlahan-lahan Calvin masuk ke dalam sistem, “Ketika masuk dalam sistem
K-System, saya menyadari bahwa inilah support system yang saya cari.
Support system tunggal dan mudah diduplikasi oleh mitra-mitra kerja
saya, sejak saat itulah bisnis saya perlahan-lahan berkembang pesat.”
Belajar dari pengalaman dan
melakukan apa yang diajarkan K-System membuat bisnisnya berkembang luas
hingga ke pelosok-pelosok nusantara, “Memang banyak tantangan dalam
menjalankan bisnis ini, namum jika Anda yakin, percaya kepada upline,
fokus dan jangan berhenti, Anda pasti akan sukses,” ujarnya membagi
resep sukses.
ENTIN Y. H. HARTOYO
Saat lulus dari SMKK sebetulnya
bungsu dari 7 bersaudara ini ingin melanjutkan kuliah, tapi apa daya
ternyata orang tua tidak punya biaya. Akhirnya setiap pulang ngantor di
sebuah perusahaan elektronik ia mengikuti kursus untuk menambah
pengetahuan. Kesibukan seringkali memaksanya pulang larut sehingga ibu
dua putri ini memutuskan untuk kos.
Di tempat kos itulah ia berkenalan
dengan pria yang sekarang menjadi suami tercinta, Santoso Nyotokusumo,
“Darinya saya melihat walaupun mungkin pendidikan kami terbatas, namun
ada yang bisa membatasi kemauan dan semangat untuk menjadi lebih baik.”
Kerja keras suami rupanya memberi
inspirasi besar. Tahun 2002 Santoso bergabung dengan K-LINK. Jujur, pada
mulanya Entin tidak yakin dengan MLM karena pernah menjalaninya, tapi
lambut laun kerja keras dan keuletan suami memperlihatkannya pada hasil
yang berbeda. “Saya banyak belajar untuk melakukan sesuatu dengan
sungguh-sungguh dan maksimal,” tuturnya. Filosofinya, semut saja tidak
akan menyerah sebelum apa yang menjadi tujuannya berhasil. Entin pun
harus begitu.
la putuskan untuk bergabung di
K-LINK dan melakukan usaha sekeras kerja suami yang ia lihat selama ini.
Meski sudah mencapai peringkat Royal Crown Ambassador sampai hari ini
ia masih terus belajar untuk mensyukuri dan menikmati hidup. Baginya
tiada kesuksesan tanpa usaha dan kerja keras.
“Satu yang harus selalu diingat
adalah jangan letakkan keberhasilan di atas kepala sebagai atap tapi
letakkan itu di depan kita sebagai pintu untuk menolong banyak orang.
Saya berharap keluarga saya juga bisa menjadi saluran berkat dan
memotivasi banyak orang.
H. ERWIN
“Banyak faktor yang memotivasi saya
bergabung di K-LINK. Faktor utamanya adalah produk yang istimewa,” ujar
Erwin. Marketing Plan yang menganut sistem break away, support system
tunggal yaitu K-System dan pemimpin perusahaan yang sudah berpengalaman
di dunia Multi Level Marketing (MLM) merupakan keunggulan lain yang
semakin membulatkan niatnya untuk bergabung.
Saat diperkenalkan pada bisnis
K-LINK pada tahun 2002, Erwin tidak langsung memutuskan bergabung. Pria
asal Medan ini punya segudang pengalaman di bisnis MLM, dan tak ingin
gagal lagi. Butuh waktu hampir satu tahun untuk mempelajari semua hal
tentang K-LINK. Setelah menghadiri beberapa pertemuan K-LINK akhirnya
April 2003 Erwin memutuskan bergabung.
Berbekal pengalaman dari
perusahaan-perusahaan MLM sebelumnya, Erwin banyak belajar untuk
membangun bisnisnya di K-LINK. Berkat komitmen terhadap impian dan setia
pada prosesnya, Erwin mampu meraih peringkat Emerald Manager hanya
dalam 70 hari.
Saat ini jaringan yang dimiliki ayah
satu putra ini terbentang dari ujung barat hingga timur Indonesia. Dua
peringkat tertinggi di K-LINK, yaitu Royal Crown Ambassador dan anggota
Executive Leaders Club pun sudah diraihnya.
H. HENDRI RIKIANTO
Berlatar pendidikan sarjana teknik
industri dan terakhir bekerja sebagai Senior FC di sebuah bank swasta
asing terkemuka. “Saya meninggalkan profesi lama karena tidak bisa
memperoleh apa yang ternyata mampu diberikan oleh bisnis K-LINK. Jika
harus mulai dari awal lagi, saya akan bekerja sepuluh kali lebih keras,
karena apa yang kami dapatkan seribu kali lebih besar dari apa yang kami
harapkan,” ujar ayah dari Rainer Murad ini.
Didukung sikap yang positif sedari
awal tahap demi tahap bisnis ini mampu ia lampaui dengan cepat. Kini
jaringan usahanya telah berkembang dengan pesat di seluruh Indonesia
bahkan mancanegara. Bisnis yang juga membawa ribuan orang berhasil
memiliki kehidupan yang lebih baik.
Melalui usaha K-LINK, kita diajak
melihat sisi lain dari kehidupan, selain rutinitas ternyata ada yang
lebih baik, positif dan berkualitas, yaitu dengan memiliki kebebasan.
Hendri Rikianto berhasil meraih
peringkat Executive Leaders Club dan telah menikmati kemapanan finansial
dan keleluasaan waktu, plus pensiun di usia muda bersama sang istri
Triana Kurniati dan putra tercinta di rumah indahnya di kawasan Pondok
Indah, Jakarta.
H. TUBAGUS AGUS YUSUF
Bisnis konvensional yang dijalankan
hampir selama sepuluh tahun akhirnya kandas dan meninggalkan hutang
bertumpuk. Tanpa patah semangat, Ayah empat anak ini berusaha melunasi
hutang-hutangnya. la mencoba terjun ke dalam bisnis MLM namun lagi-lagi
kegagalan yang ditemuinya.
Saat seorang temannya
mempresentasikan bisnis K-LINK dan mengajaknya bergabung timbul keraguan
dalam hatinya. Namun tuntutan kebutuhan keluarga dan prospek passive
income dari produk istimewa mengubah keputusannya. Pria asal Banten ini
bertekad untuk menjalani bisnis K-LINK dengan serius. “Saya harus
berhasil!” tekadnya dalam hati.
Penolakan dan diremehkan orang lain
menjadi cerita getir dalam perjalanannya menuju kesuksesan, “Tapi bukan
masalah karena saya sangat yakin bisnis ini akan menjadi jalan keluar
bagi kehidupan kami saat itu dan tentu harapan untuk masa yang akan
datang.”
Keyakinannya bertambah setelah
menghadiri pertemuan K-LINK. “Dari seringnya menghadiri pertemuan,
mendengarkan kaset dan CD juga membaca buku banyak hal yang saya
dapatkan. Bisnis ini tidak hanya mengajarkan bagaimana mencari nafkah,
tetapi juga nilai-nilai yang sangat positif dalam menjalani kehidupan,”
paparnya.
Ir. H. IRWANSYAH
Irwansyah pernah masuk dalam jajaran
“Penjual Terkaya” berpenghasilan Rp. 150 juta per bulan pada tahun 2001
versi sebuah majalah marketing di Indonesia. Padahal ia baru dua tahun
menggeluti bisnis MLM.
Kehidupan keras Jakarta dirasakannya
ketika pria kelahiran Palembang ini memutuskan untuk hijrah dari
kampung halamannya untuk mengadu nasib.
Irwansyah bergabung di bisnis K-LINK
sejak Juni 2003. Ketidakpuasan terhadap perusahaan tempat ia dulu
bekerja memicunya hengkang dan harus rela kehilangan penghasilan yang
sudah cukup besar.
Lantas, mengapa memilih K-LINK?
“K-LINK memiliki visi dan misi yang sangat jelas dan global. Selain itu
K-LINK juga punya K-System, satu-satunya support system yang dapat
memandu kita meraih kesuksesan yang lebih besar lagi,” terangnya.
Bisnis ini bisa dilakukan oleh semua
orang, tanpa melihat status sosial, atau latar belakang pendidikan
tertentu, semuanya memiliki kesempatan sukses yang sama. Membantu orang
lain untuk sukses, itu arti sukses sesungguhnya.
PRADIPTO KUSWANTORO
Pernah mengikuti Short Course Neuro
Linguistik Programing (NLP) yang dibawakan oleh Prof. Richard Blende
yang diadakan di California University, Amerika Serikat, Pradipto
Kuswantoro pun membuka bisnis yang bergerak di bidang outbound dan
massive training.
Banyak perusahaan besar yang
menggunakan jasa motivator handal ini untuk memberikan pelatihan
motivasi pada karyawannya, salah satunya perusahaan telekomunikasi
terbesar di Indonesia. Di tengah kesibukannya, musibah besar datang.
Istri tercinta harus pergi menghadap Sang Pencipta akibat kecelakaan
lalu lintas. Tepat tiga bulan selepas kepergian istrinya, Pradipto juga
mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan dirinya koma selama
dua minggu di rumah sakit.
Saat berada pada masa penyembuhan
seorang teman menawarkan produk K-LINK. “Khasiatnya yang istimewa
terbukti mempercepat kesembuhan saya. Saat itu saya berpikir bahwa
produk yang hebat dan didukung marketing plan yang luar biasa akan
menjadi sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. Saya memutuskan untuk
bergabung dan berusaha kembali membangun ekonomi keluarga,” kisahnya.
Didukung kehandalannya sebagai
motivator dan trainer, peringkat Royal Crown Ambassador, peringkat
tertinggi di K-LINK saat ini, mampu diraihnya dalam waktu yang relatif
singkat.
SANTOSO NYOTOKUSUMO
Prestasi Santoso Nyotokusumo sebagai
sales manager yang membawahi lima cabang di sebuah perusahaan otomotif
memang patut dibanggakan. Penghasilannya cukup tinggi dan beberapa kali
mendapatkan incentive trip ke luar negeri. Tidak puas dengan kondisi itu
Santoso menginginkan pekerjaan dengan waktu yang fleksibel tapi bisa
menghasilkan pendapatan tinggi dan mendatangkan passive income di masa
pensiun.
la memilih bisnis Multi Level
Marketing sebagai wahana untuk mengejar impiannya. Tidak butuh waktu
lama bagi pria asal Surabaya untuk beradaptasi dengan bisnis ini.
Hambatan justru datang dari keluarga yang awalnya kurang mendukung dan
teman-temannya yang melecehkan keputusannya.
Kesulitan lain menurutnya adalah
memilih perusahaan yang tepat. Beberapa perusahaan MLM pernah dicobanya
namun hasil yang diperoleh jauh dari memuaskan. Santoso bersyukur bisa
mengenal K-LINK. “K-LINK memiliki paket lengkap untuk mewujudkan impian
saya: produk berkualitas, marketing plan yang sangat menguntungkan, dan
K-System, support system yang telah terbukti banyak melahirkan orang
sukses,” paparnya.
Bila dulu waktu luang adalah barang
mewah baginya. Kini RCA Santoso Nyotokusumo bisa menikmatinya bersama
keluarga tercinta, “Banyak orang punya uang tapi tidak punya waktu atau
sebaliknya, tapi sekarang saya punya keduanya.” Jangan takut berubah dan
jangan pernah takut bermimpi.
SUCIPTO, SE.
Keadaan ekonomi keluarga yang tidak
berkecukupan tidak menghalanginya untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan
positif. Kepergian ayah menghadap Sang Khalik menempa pria tinggi besar
ini menjadi mandiri di samping didikan kakak yang sangat disiplin.
Banyak usaha yang ia lakukan demi meringankan beban Ibunda mencukupi
nafkah keluarga.
Selesai kuliah pada Desember 2001
Sucipto sempat ditawari untuk menjadi PNS dan mengajar di sebuah
universitas negeri oleh kakaknya namun ia tolak karena keseriusannya
menjalankan bisnis MLM. Awalnya niat Sucipto tidak mendapat dukungan
dari pihak keluarga yang skeptis pada bisnis MLM.
Sucipto dikenalkan pada K-LINK oleh
salah satu teman lamanya RCA Ir. Irwansyah dan memutuskan bergabung pada
akhir tahun 2003. Awal bergabung dengan K-LINK ia sempat merasakan
penolakan demi penolakan dari prospek dan berbagai rintangan lainnya,
namun berkat kesabaran, kerja keras, keteguhan hati dan bimbingan dari
upline perlahan-lahan bisnis Sucipto berkembang dengan seringnya waktu.
Enam bulan pertama setelah bergabung
di K-LINK ia berhasil mengembangkan jaringan di Bengkulu dengan
downline mencapai 500 orang. la juga membangun jaringan di beberapa
daerah dan saat ini downline-nya mencapai lebih dari 29.000 orang yang
tersebar di berbagai kota seperti Bali, Padang, Jakarta, Bandung dan
Lombok. Saat ini Sucipto termasuk salah satu leader K-LINK yang cukup
berpengaruh dengan peringkat Executive Leaders Club, sebuah peringkat
paling bergengsi di bisnis K-LINK dengan penghasilan tertinggi.
H. RIVAI DJATMIKA
Rivai Djatmika adalah pria asal
Gombong Jawa Tengah yang hijrah ke Yogyakarta di tahun 1992. Di kota
Pelajar ini awalnya beliau ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi
selepas lulus SMA, tetapi keadaan perekonomian keluarga yang tidak
mendukung untuk itu, hingga akhirnya cita citanya kandas untuk menjadi
seorang sarjana.
Beliau mengadu nasib dengan
berjualan kerajianan di Jalan Malioboro. Pernah bekerja di sebuah
perusahaan pembiayaan sebagai kolektor, di perusahaan ini juga beliau
mendapatkan kesempatan untuk belajar menjadi seorang pemasar. Ingin
merubah nasib lebih baik lagi Rivai kemudian mencoba menjalankan
beberapa usaha mulai dari berdagang Handphone, Elektronik dan juga
Genteng Metal. Tetapi semua berujung pada kebangkrutan. Rumah, kendaraan
serta semua aset yang pernah dimilikinya terjual habis untuk menutup
kerugian usaha bahkan masih menyisakan banyak hutang.
Hingga akhirnya bersama anak dan
istrinya tetap bertahan hidup di Yogyakarta dengan berjualan ikan bakar
kaki lima di jalan Monjali, dan hidup di rumah kost ukuran 3x4 meter.
Keberuntungan berpihak di tahun 2003 memutuskan bergabung dengan Bisnis
K-Link ditengah tengah kesibukannya berjualan ikan bakar. Dibantu Istri
tercintanya, Solekhatun, tahun 2004 Rivai full time menjalankan bisnis
ini.
Sejak saat itu kehidupannya mulai
berubah, tidak hanya bisa membayar hutang hutangnya, tetapi juga bisa
menata masa depan lebih baik lagi. Prestasi yang diraihnya dimulai tahun
2005 sebagai CA, 2006 sebagai SCA dan 2010 sebagai RCA. Saat ini Rivai
memiliki gaya hidup yang sangat berkualitas dan dikelilingi ratusan
orang Sukses di Bisnis K-link di dalam organisasi Bisnisnya.
ANDANG PRIYADI
Berawal dari tekad yang sederhana
yaitu ingin usaha mandiri dan tidak terikat kerja pada orang lain. Namun
keputusan tersebut membawa konsekuensi yang cukup berat karena
kurangnya pengalaman dan bukan berlatarbelakang keluarga pebisnis. "Saya
modal nekad aja" akunya. Akhirnya tidak ada satupun usaha yang digeluti
memberi hasil yang optimal malah sebaliknya bangkrut dan meninggalkan
hutang. "Padahal saya selalu serius dan totalitas dalam mengerjakan
sesuatu. Tp mungkin ini perjalanan yang harus saya lalui supaya saya
memiliki mental Juara" ungkap Andang yang lahir di Temanggung dan besar
di Kebumen ini.
Jatuh bangun dalam usaha membuatnya
semakin berani dan di tahun 2003 saat keuangannya terpuruk dia ketemu
bisnis K-link. "Bisnis ini datang tepat pada waktunya, saat saya
memerlukan dan saat saya siap memperjuangkannya" katanya penuh semangat.
Namun bukan perkara mudah saat itu
karena belum ada bukti sukses, testimoni produk juga masih jarang,
stockis di Jogja juga belum ada. Andang banyak mengalami penolakan,
disepelekan, ditertawakan, diragukan, dsb sehingga membuatnya tertekan.
Tapi tekad besar ingin membahagiakan kedua orangtuanya Bapak Rahardjo
dan Ibu Oemiyati, membuatnya kuat dan terus bersemangat meneruskan
perjuangannya. "Impian saya untuk Orangtua lebih kuat dari penolakan,
hinaan dsb" kata mantan Penjual Roti Bakar ini ber api-api.
Bonus bulan pertama yang hanya Rp
10.000 justru menjadikan dia terpacu untuk bekerja lebih "gila" lagi.
Karena meyakini suatu ketika angka itu akan jadi sejarah dalam
perjalanan suksesnya.
Kini Andang sudah menjadi Royal
Crown Ambassador K-link peringkat tertinggi di dunia dan Executive
Leaders Club penghargaan tertinggi dari K-System atas kepemimpinannya.
Bersama istri tercinta Lidya
Tiolemba, anak-anak Derril dan Keiko mereka hidup bahagia tinggal di
Jogjakarta dan menikmati apa yang selama ini diyakini dengan perjuangan
dan doa. Anda juga pasti BISA!!!
KARTA FILLER
Beliau pernah merasakan pahitnya
kehidupan dengan penghasilan pas-pasan dan hanya bisa menikmati hidup
sebatas gaji yang diterima. Belum lagi besarnya biaya pendidikan anaknya
yang kala itu masih duduk di Sekolah Dasar. Sampai suatu ketika beliau
dipanggil oleh Kepala Sekolah karena belum membayar SPP sang buah hati.
Apabila tidak bisa membayar, rapor anaknya tidak akan diberikan.
Hal ini tentu membuat hatinya seolah
teriris dan akhirnya tergugah untuk mengubah nasib menjadi lebih baik
untuk bisa membahagiakan keluarga yang dicintainya. Pernah terjun di
perusahaan MLM lain, namun merasa belum ada yang bisa mengubah nasibnya
ke arah kehidupan yang lebih baik.
Pada sebuah kesempatan, Karta
diperkenalkan dengan bisnis K-LINK. Setelah mempelajari sistem dan
belajar dari orang-orang yang telah sukses di K-LINK, ia memutuskan
terjun ke dalam bisnis K-LINK. Bermodalkan kerja keras, pantang
menyerah, keyakinan yang kuat dan percaya diri, daerah demi daerah,
pulau demi pulau dilaluinya untuk mengembangkan jaringan yang ia miliki.
Dalam jangka waktu singkat, Karta
berhasil meraih kesuksesan. Mencapai peringkat Crown Ambassador,
memiliki jaringan solid yang tersebar di Indonesia, pendapatan di atas
rata-rata setiap bulannya, dapat berpergian ke luar negeri, dan tentu
saja membuat keluarganya menjadi bahagia dan sejahtera.
“K-LINK telah terbukti memberikan
kesempatan masa depan yang gemilang. Sampai jumpa di puncak sukses.
Jadilah pemenang, ambil kesempatan. Pemenang bukanlah mereka yang tidak
pernah gagal, melainkan mereka yang tidak pernah berhenti mencoba.”
0 komentar:
Posting Komentar